Sabtu, 01 Desember 2012

Suporter Malaysia menyalami pendukung Indonesia yang baru tiba di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (1/12/2012). Kedua suporter tersebut akan mendukung negaranya bertanding dalam matchday terakhir Grup B Piala AFF 2012.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com – Suporter tim nasional Indonesia telah berdatangan di Stadion Bukit Jalil, yang akan menggelar laga matchday terakhir Grup B Piala AFF 2012 antara tuan rumah Malaysia dan Indonesia, Sabtu (1/12/2012). Suporter skuad "Garuda" pun cukup tertib meskipun berada di kandang lawan.

Pantauan wartawan Kompas.com, Ary Wibowo, ribuan suporter Indonesia dari arah Stasiun LRT Bukit Jalil langsung menuju ke bagian pintu utara Stadion. Mereka berkumpul dengan rekan-rekannya untuk bersama-sama menuju dalam stadion.

Namun, ada yang menarik ketika ribuan suporter Indonesia mendatangi Stadion Bukit Jalil. Saat menaiki tangga, terlihat suporter Indonesia dan Malaysia saling berjabat tangan. Bahkan, salah satu keluarga ada yang memakai  seragam Indonesia dan Malaysia sambil bergandengan tangan.

Pemandangan itu pun seperti mengikis pandangan masyarakat, yang menilai akan terjadi bentrokan atau gesekan antar suporter kedua tim. Maklum saja, beberapa waktu lalu sempat ramai pemberitaan mengenai adanya suporter Indonesia yang dipukul oleh sekelompok orang yang diduga sebagai suporter tuan rumah.

Saat ini, suporter kedua tim telah memasuki stadion. Suporter Indonesia sendiri memenuhi salah satu tribun di utara stadion. Meski diantara puluhan ribu suporter tuan rumah, pendukung Indonesia tetap bersemangat menyanyikan yel-yel, "Garuda di Dadaku" dan lagu Indonesia Raya.
Editor : Tri Wahono

Sragen Baru Miliki 3 Zona Selamat Sekolah

SRAGEN—Sejumlah sekolah dasar (SD) yang terletak di jalan protokol Solo-Surabaya belum memiliki zona selamat sekolah (ZSS). Tercatat baru tiga SD yang sudah memiliki zona tersebut. SD yang belum memiliki zona selamat sekolah diimbau menurunkan pendamping siswa di jam berangkat dan pulang.
Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen, Suwardi, ketika dihubungi Solopos.com, Kamis (29/11/2012), menuturkan saat ini SD yang sudah memiliki zona selamat sekolah antara lain SD Negeri Sragen 17, SD Negeri Sragen 69 dan SD Negeri Sine 1.
“Anggaran pembuatan zona selamat sekolah tidak sedikit, jadi sementara baru tiga SD. Yang lain menyusul,” katanya.
Meskipun belum memiliki zona selamat sekolah, menurut Suwardi, pihaknya sudah menginstruksikan kepada pihak sekolah yang terletak di jalan protokol untuk menjamin keamanan siswa. “Sudah ada imbauan untuk menurunkan petugas, guru, pendamping untuk menyeberangkan siswa. Sebagian sekolah juga dibantu petugas kepolisian setempat,” paparnya.
Suwardi menilai pembuatan zona selamat sekolah di beberapa SD yang terletak di jalan protokol Sragen belum mendesak.
“Saya kira belum terlalu mendesak semua sekolah memiliki zona selamat sekolah. Sebagian sekolah juga muridnya biasanya berasal dari kanan, kiri atau belakang sekolah,” jelasnya.
Guru SD Krikilan 1, Titik Nuraini, ketika ditemui di kantornya, mengaku meskipun belum memiliki zona selamat sekolah, pihaknya selalu menurunkan penjaga sekolah atau guru kelas yang mengajar untuk menyeberangkan anak didiknya.
“Guru atau penjaga sekolah  membawa bendera merah dan mendampingi siswa menyeberang jalan saat berangkat maupun pulang sekolah. Sebagian siswa rumahnya memang terletak di belakang sekolah, namun ada juga yang harus menyeberang,” ujarnya.
Walaupun belum memiliki zona selamat sekolah, Titik berharap, agar muridnya bisa selamat sampai sekolah.

UJICOBA RAILBUS: Batara Kresna Layak Jalan

SOLO – Railbus Batara Kresna dinyatakan layak dan aman beroperasi setelah mengalami kerusakan dan tak beroperasi selama lebih dari satu bulan. Hanya saja pemerintah Kota Solo diminta membenahi rambu-rambu lalu lintas dan meningkatkan keamanan di sepanjang lintasan railbus.
Kepala Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta, Sri Winarto, menuturkan hasil uji coba railbus dari Solo-Sukoharjo dinyatakan layak dan aman operasi. Hanya saja, Sri Winarto memberikan beberapa catatan yakni pengamanan lintasan railbus harus dibenahi.
Dia memberikan contoh beberapa warga menjemur kayu di lintasan kereta di sekitar Stasiun Purwosari. Tak hanya itu, banyak pohon yang terlalu rimbun di sekitar lintasan dari Purwosari-Solokota. Hal itu dikhawatirkan mengganggu kenyamanan. Tak hanya itu, masih banyak lintasan yang belum dipasang rambu-rambu.
“Sepanjang jalur Purwosari-Solokota masih banyak pohon dan rambu-rambu perlu dibenahi. Banyak perlintasan belum diberikan tanda untuk pengguna jalan. Semua itu penting dan akan segera dibenahi. Kami sudah mengagendakan pengecekan persiapan di masing-masing stasiun,” kata dia saat ditemui Solopos.com seusai melakukan uji coba Railbus Batara Kresna dengan tujuan Solo-Sukoharjo, Sabtu (1/12/2012).
Bukan hanya soal lintasan, Sri Winarto juga menjelaskan perihal jalur yang akan dilayani railbus. Dia meyakinkan bahwa railbus akan melayani jalur Sukoharjo-Solo-Jogjakarta pulang pergi. Termasuk saat ditanya soal harga yang dibanderol railbus, pihaknya mengatakan masih melakukan pembahasan lebih lanjut perihal itu. Dia membeberkan koordinasi tidak hanya perihal harga dan jarak tempuh. Railbus yang mampu mengangkut 125 penumpang itu pun akan digunakan sebagai moda pariwisata bagi wisatawan asing maupun domestik.
“Maka dari itu, kami segera koordinasi dengan Dinas Perhubungan. Secepatnya kami bicarakan supaya segera operasional. Jadwal railbus pun mengakomodasi kebutuhan Pemkot Solo. Seperti di tempat perbelanjaan dan pariwisata. Supaya railbus bisa dimanfaatkan wisatawan asing dan domestik,” imbuh dia.
Hanya saja, dia belum bisa menjawab perihal pengadaan halte dan pelayan tiket. Lagi-lagi dia menjawab persoalan itu akan dikoordinasikan dan dinegosiasikan. Dia mengakui bahwa minat masyarakat maupun wisatawan asing dan dalam negeri menggunakan railbus minim. Data sementara menyebutkan tiket yang terjual sekitar 40 persen dari total kapasitas.
Saat uji coba, railbus berangkat dari Stasiun Purwosari sekitar pukul 09.15 WIB dan sampai Stasiun Sukoharjo pukul 10.09 WIB. Perjalanan memakan waktu satu jam. Sehingga apabila pulang pergi dengan rute Solo-Sukoharjo memakan waktu dua jam. Wajar karena railbus berjalan dengan kecepatan 30 km/jam. Padahal railbus merupakan moda yang dapat berjalan dengan kecepatan 100 km/jam. Hanya saja, Sri Winarto menjelaskan kecepatan 30 km/jam merupakan batas kecepatan yang dianjurkan saat melintas di lokasi pemukiman dan mobilitas penduduk.
Sri Sumi Handayani/JIBI/SOLOPOS

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes