Senin, 24 September 2012

Berita Gue Hari Ini


KERETA DARI JEPANG


Pekerja menggunakan alat berat menurunkan gerbong kereta dari kapal di dermaga 209, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (24/9/2012). PT KAI Commuter Jabodetabek mendatangkan 20 gerbong penumpang dari perusahaan kereta api Jepang Tokyo Metro Lite. Gerbong buatan tahun 1988 hingga 1990 tersebut digunakan untuk melayani rute komuter.




Harapan antara dua kota


SOLO—Kemenangan sementara pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama dalam pilkada DKI putaran kedua dinilai bukan akhir perjuangan pasangan ini. Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi School Government, Fadjroel Rachman mengatakan tantangan terberat Jokowi berikutnya adalah mengelola harapan publik.
‘Jokowi terpilih karena rakyat menaruh harapan yang besar, dan tugas Jokowi berikutnya adalah mengelola harapan itu agar tidak menjadi bumerang,’ kata Fadjroel, Jumat (21/9).
Menurut Fadjroel, selama kampanye Jokowi dan Ahok telah melontarkan sejumlah janji untuk mengatasi persoalan kemacetakan dan banjir di Jakarta. Begitu juga dengan program kartu pintar dan kartu sehat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat Jakarta. Janji inilah yang akan segera ditagih oleh pemilih. ‘Apalagi pola pemilih biasanya sangat tidak sabar menunggu realisasi janji.’
Fadjroel mencontohkan, jika menjelang pelantikan yang akan digelar pada 7 Oktober 2012 mendatang terjadi banjir, gelombang tuntutan dari publik akan semakin besar. Nah, bagaimana menurut Anda? Solo juga menghadapi tantangan yang tak kalah beratnya. Setelah, Pak Jokowi ke Jakarta, FX Hadi Rudyatmo akan memegang kendali Solo sebagai walikota. Nah, kira-kira figure seperti apa yang cocok mendampingi Pak Rudy?

Anda bisa berpendapat dan berkomentar mengenai hal tersebut dalam Progran Dinamika 103, pukul 08.05-10.00, Selasa (25/9),  melalui SMS ke 0817444103, 081226103103, atau telpon [0271] 739389, 739367.  [SPFM/tempo/ary]



KONFLIK PASAR KLEWER: Ikappi Tuding Ada Agenda Tersembunyi di Balik Proses Revitalisasi


SOLO – Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri, mencium gelagat kecurangan atas desakan dari berbagai kalangan dalam proses revitalisasi Pasar Klewer. Bahkan, Ikappi menduga ada kelompok atau perorangan yang sengaja membuat agenda tersembunyi dalam proses percepatan revitalisasi.
Setting-an ini bisa dilihat dari pernyataan anggota DPRD dan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang semakin hari malah merisaukan pedagang. Sepertinya ada proses komunikasi yang salah,” papar Abdullah kepada Solopos.com.
Dalam proses revitalisasi Pasar Klewer, Abdullah menduga Pemkot Solo telah melanggar hak asasi manusia (HAM). Sebab, dari awal mencuatnya rencana revitalisasi pasar terindikasi kecurangan dan tidak fair, semisal ancaman teros sms bahkan ancaman bom kepada pedagang yang menolak revitalisasi. “Ada orang yang tersakiti dalam hal ini adalah pedagang. Maka dari itu, kami akan melaporkan perkara ini ke Komnas HAM pusat,” kata Abdullah.
Persoalan itu, kata Abdullah, tidak mungkin terjadi jika Pemkot Solo sejak awal transparan dalam proses revitalisasi Pasar Klewer. Oleh sebab itu, Ikappi berjanji mendampingi para pedagang. “Soal tarikan uang Rp6.000 per hari selama 20 tahun itu bukan malah memecahkan masalah. Justru pedagang merasa terbebani. Belum lagi persoalan lokasi pemindahan, pedagang semakin pusing. Kenapa komunikasi ini tidak beraturan,” kata Abdullah.
Selain kemelut dengan pedagang, Abdullah menuding bahwa Pemkot Solo ceroboh dalam mengajukan bantuan dana senilai Rp100 miliar ke Kementerian Perdagangan (Kemendag) Pusat. Sebab, Pemerintah Pusat hanya menganggarkan dana bantuan untuk revitalisasi pasar tradisional se-Indonesia senilai Rp500 miliar per tahun. “Ini jelas enggak masuk akal. Selama ini, Pemerintah pusat hanya bersedia mengeluarkan dana revitalisasi sekitar Rp6-12 miliar. Nah, ini justru akan meminta dana dari pusat, kan jelas pembohongan publik,” tegas Abdullah.
Pejabat Humas Himpunan Pedagang Pasar Klewer, Kusbani, mengimbau kepada pemerintah agar berhati-hati dalam mengeluarkan statemen. Hal itu justru menimbulkan kebingungan di kalangan pedagang. “Kami mengharap pihak-pihak tertentu yang mengatasnamakan pedagang jangan berstatemen ngawur. Biarkan mereka mengancam dan mendesak, tapi kami mohon kepada pejabat pemerintah dan anggota DPRD Kota Solo untuk bersikap netral. Jangan membuat pedagang resah,” tegas.
Sementara itu, Pejabat Humas Komunitas Pedagang Pasar Klewer (KPPK) meminta kepada Ikappi bersikap netral dalam menyikapi revitalisasi Pasar Klewer. “Kalau ingin merangkul semua pedagang, semua paguyuban diajak bicara bareng. Jangan hanya dari salah satu paguyuban saja,” terang Solahudin.


0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes